Nemu salah satu tulisan yang menurutku bagus banget dalam mendefinisikan impian dan harganya, kalau mau baca lengkap linknya ada disini by noa parade.substack.com
"Jadi, Nak, jika suatu hari kamu melihat seseorang yang tidak bisa menggapai mimpinya, jangan buru-buru menganggap ia kurang berusaha. Barangkali ia hanya kehabisan bekal di tengah jalan. Kehabisan uang, kehabisan waktu, atau kehabisan keberanian setelah berkali-kali dipukul kenyataan.
Dan jika suatu hari mimpimu sendiri terasa terlalu jauh, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kamu tidak malas. Kamu bukan kurang berusaha. Kamu hanya sedang berlari dari garis awal yang memang jauh lebih berat.
Lalu, jika suatu hari nanti kamu beruntung dan sampai lebih dulu di tempat yang dulu kamu impikan, jangan lupa menoleh ke belakang. Jangan pernah bertanya mengapa mereka yang tertinggal belum juga sampai." By noa
Anak yang dulunya bermimpi meraih bulan di langit, kini cukup bahagia dengan sekuntum bunga yang ada di tangannya.
Apa dia sudah menyerah? Tidak. Apakah ambisinya telah habis? Juga tidak. Mungkin, itulah yang disebut dewasa yakni tentang menerima bunga yang tumbuh di tangan kita.
“Menerima bunga yang tumbuh di tangan, bukan berarti berhenti menatap bulan, mungkin hanya sedang mencari jalan lain untuk sampai kepadanya.
Jadi, jika hari ini ada yang memilih menepi dari impiannya, semoga kita cukup bijak untuk tidak bertanya mengapa ia berhenti, melainkan cukup menghargai bahwa ia pernah berani berjalan sejauh itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar